6.18.2011

Persamaan LAN dengan Sistem PABX


Sekalipun dasar-dasar LAN sudah banyak dibahas di berbagai situs internet (dan di bangku kuliah tentunya), namun kali ini kami akan mencoba memakai sebuah persamaan (analogi) yang diharapkan mudah dicerna. Analogi yang dirasa paling pas dalam membahas seluk-beluk LAN ataupun Internet adalah sistem PABX yang sudah umum dikenal baik di perkantoran, pabrik, bahkan di rumah-rumah tinggal. Perhatikanlah ilustrasi berikut ini:




Extension PABX = LAN address
Jika pada PABX dikenal istilah nomor extension, maka pada jaringan komputer (LAN) dikenal LAN address. Perbedaannya, jika nomor extension memakai 101, 102 dan seterusnya, maka LAN address ciri khasnya memakai awalan 192.168.xxx.xxx. Nilai xxx ini berawal dari 000 sampai dengan 255. Seperti pada contoh di atas, kami memakai contoh 192.168.1.1 sampai dengan 192.168.1.5. Catatan: perlu diketahui, bahwa 192.168.1.1 adalah sama dengan 192.168.001.001, demikian pula halnya 192.168.002.001 adalah sama dengan 192.168.2.1.

Aturan baku dari kedua sistem ini (PABX dan LAN) adalah setiap device yang terhubung dengan central unit harus memiliki nomor. Pada sistem PABX nomor ini disebut nomor extension, sedangkan pada LAN dinamakan LAN IP address.

Komunikasi lokal antar extension pada PABX sama dengan komunikasi lokal antar perangkat pada jaringan LAN, misalnya: laptop bisa mengakses IP Camera di alamat 192.168.1.3 dan DVR di alamat 192.168.1.2. Oleh karena lokal, maka dalam hal ini baik PABX ataupun LAN sama-sama sedang tidak terhubung ke "dunia luar", yaitu telepon di tempat lain atau akses dari dan ke Internet.

CO Line = WAN IP
Jika pada PABX dikenal istilah CO Line (baca: si-o layn) alias nomor telepon, maka pada jaringan dikenal WAN IP atau Public IP. Perbedaannya, CO Line selalu bernomor tetap (misalnya nomor telepon 4236310, 7832557 dan lainnya) sedangkan WAN IP bisa berubah pada saat modem ADSL mati dan hidup lagi. WAN IP memiliki awalan yang tidak sama dengan LAN IP. Jika LAN IP berciri khas 192.168.xxx.xxx, maka WAN IP bisa berbentuk seperti ini 125.167.24.65, 110.136.130.107 dan kombinasi lainnya. Satu hal yang menarik, jika pada telepon kita harus tahu persis nomor yang akan dihubungi (supaya tidak salah sambung tentunya!), namun pada jaringan seringkali kita malah tidak perlu mengetahui alamat WAN IP kita saat ini berapa. Mengapa demikian? Karena WAN IP kebanyakan bersifat dinamis (dynamic), sehingga kita tidak mungkin mengingat dan memang tidak perlu diingat.  Ada pula  WAN IP yang sifatnya tetap (fixed), yaitu yang disewakan oleh perusahaan telekom ataupun provider internet (ISP) kepada pihak yang memerlukan. WAN IP yang disewa ini  disebut leased line dan umumnya berharga mahal.

Beberapa Pertanyaan untuk Memantapkan Pengetahuan Dasar
Adakalanya kita mengajukan pertanyaan pada diri sendiri yang tujuannya memantapkan pengetahuan dasar. Berikut ini beberapa pertanyaan yang berguna untuk memantapkan pengetahuan dasar tersebut.

Pertanyaan 1
Dapatkah satu alamat lokal "bentrok" dengan alamat lokal di lokasi lain?

Jawab: Tidak mungkin!

Analogi: Sekalipun nomor extension 101,102 dan seterusnya banyak dipakai di perkantoran, tetapi nomor tersebut tidak saling bentrok dengan nomor yang sama di kantor lain, bukan? Demikian pula dengan LAN IP address, sekalipun di tempat A memakai 192.168.1.2, tetapi alamat ini tidak akan bentrok dengan 192.168.1.2 di tempat B, bahkan di seluruh tempat di muka bumi ini. Perhatikan ilustrasi di atas yang akan mempertajam wawasan kita seputar masalah ini.

Pertanyaan 2
Dapatkah satu alamat lokal dihubungi dari alamat lokal di tempat lain?

Jawab: Bisa, asalkan dengan syarat.

Analogi 1:
Pada sistem PABX, syarat pertama: extension yang akan menghubungi harus diprogram agar bisa melakukan panggilan keluar (outgoing call) dengan class of service tertentu, misalnya: hanya lokal saja (dalam kota), bisa interlokal ke luar kota, SLJJ atau bahkan bisa SLI.  Syarat kedua: extension yang dihubungi harus diprogram agar bisa menerima panggilan dari luar (incoming call) pada nomor CO line-nya. Jadi, saat nomor telepon kita dipanggil dari luar, maka yang akan "kring" adalah extension ini (biasanya untuk di meja operator/front desk).
Pada LAN, selama PC atau laptop bisa mengakses internet, maka ia bisa menghubungi (mengakses) alamat lokal pada jaringan lain, contoh pada ilustrasi di atas adalah Standalone DVR di 192.168.1.2. Apakah alamat 192.168.1.2 ini yang diakses dari luar? Jawabannya ternyata bukan!

Analogi 2:
Sama pada sistem PABX, saat akan menghubungi salah satu extension di kantor lain tentunya kita tidak memutar langsung nomor extension-nya, melainkan nomor CO Line-nya dulu, baru kemudian "dioper" (transfer) ke nomor extension yang dituju, baik oleh operator maupun melalui DISA (Direct Inward Station Access), misalnya: "silahkan tekan 0 untuk operator, tekan 1 untuk pemasaran, tekan 2 untuk bagian anu" dan seterusnya.

Pada LAN, apabila satu device (katakanlah DVR) ingin diakses dari luar, maka selain LAN IP address (misalnya: 192.168.1.2), device tersebut harus pula memiliki nomor Port (misalnya 5445). Korelasinya: LAN IP address adalah alamat yang berlaku untuk akses lokal saja seperti komunikasi antar extension pada PABX, sedangkan Port adalah nomor yang dilihat  dari luar. Sama seperti analogi PABX, maka Port tidak bisa diakses langsung, tanpa mengetahui dulu WAN IP-nya. Bukankah extension-pun tidak bisa dihubungi langsung tanpa mengetahui nomor teleponnya?

Pertanyaan 3
Bolehkah kita menggunakan Port yang sama untuk DVR di lokasi lain? Apakah tidak akan "bentrok"?

Jawab: Boleh.

Analogi:
Seperti telah dijelaskan, nomor  extension 101, 102 dan seterusnya pada PABX di satu tempat tidak akan "bentrok" dengan nomor yang sama di tempat lain. Demikian pula halnya dengan Port. Artinya, kita boleh menggunakan nomor Port dan LAN IP address yang "itu-itu juga" untuk DVR di tempat lain, misalnya selalu memakai LAN IP DVR 192.168.1.10 dengan Port 5445 sebagaimana telah berlalu contoh pembahasannya.

Incoming Call Extension Ringer = Port Forwarding
Pada sistem PABX, panggilan telepon dari luar dinamakan incoming call. Tergantung dari programnya, maka satu incoming call harus membunyikan minimal satu telepon pada satu extension atau membunyikan telepon sekaligus di beberapa extension.  


Access DVR dari tempat lain memakai teknik serupa, yaitu mengupayakan agar DVR bisa "kring" saat diakses. Dalam teknik jaringan, cara ini disebut dengan Port Forwarding. Mari kita sederhanakan bahasan ini melalui ilustrasi.



Pada ilustrasi di atas incoming call ke nomor telepon 4260498 dari telepon manapun akan membunyikan extension 101. 

Pada LAN tekniknya hampir mirip. Pada ilustrasi di bawah ini terlihat Laptop akan mengakses DVR di jaringan lokal dengan alamat IP 192.168.1.10. Nah, untuk itu Laptop bukan mengakses langsung alamat IP lokal DVR, melainkan harus mengakses WAN IP-nya, yaitu 125.167.24.71. Untuk mencapai DVR yang dituju, maka tambahkanlah nomor Portnya, yaitu 5445. Jadi alamat lengkap yang harus diakses oleh Laptop adalah 125.167.24.71:5445. Perhatikan tanda "titik dua" yang berfungsi memisahkan antara WAN IP dengan Port.



Namun bisa dibayangkan betapa repotnya apabila setiap kali akan mengakses DVR, kita harus mengetahui WAN IP tempat yang dituju. Belum lagi jika WAN IP ini berubah di kemudian hari, sehingga bukan lagi seperti hari ini. Oleh sebab itulah kita memerlukan satu layanan (service) untuk mengatasi keruwetan ini. Salah satunya adalah melalui jasa DynDNS seperti yang pernah kami jelaskan sebelumnya. Dengan adanya jasa ini, maka pada software kita cukup mengetikkan alamat DVR kita beserta portnya saja, misalnya: dvrrumah.dvrdns.org:5445, tanpa memperdulikan lagi berapa alamat WAN IP-nya. 


Thanks to DynDNS!

Tidak ada komentar: